Apa Sih Dampak dari Banjir ?

Posted on

Bencana merupakan salah satu cobaan yang di berikan Tuhan kepada manusia agar kembali ke jalan yang benar. Tetapi bencana itu sendiri  juga di akibatkan karena kelalaian manusia itu sendiri, perbuatan dari manusia itu sendiri. Begitu juga bencana banjir, banjir terjadi karena ulah manusia itu sendiri.  Curah hujan yang cukup tinggi bagi tiap-tiap daerah dapat menimbulkan banjir. Bukan hanya itu saja  penanaman pohon yang kurang bagi tiap daerah, sehingga ketika terjadi hujan daerah penyerapan tidak ada dapat pula mengakibatkan banjir. Kesadaran masyarakat dalam membuang sampah di tempat yang tidak selayaknya, seperti aliran sungai dapat menyumbat aliran atau debit air untuk mengalir sehingga akan menyebabkan banjir.
            Dalam setiap musibah pasti ada dampaknya. Banjir yang sering terjadi di wilayah Indonesia ternyata sangat mempengaruhi perekonomiannya. Para warga kesulitan mendapatkan harga barang pokok dengan harga terjangkau alias terjadi lonjakan harga barang pokok. Hal ini terjadi karena petaini gagal panen, dan hanya mendapat separuh dari hasil pertaniannya saja, bahkan tidak sama sekali. Tentu  hal ini dapat merugikan para petani. Bukan hanya itu saja lahan pertanian yang rusak menjadi alasan utama bagi para petani. Jalur transportasi yang lumpuh total menyebabkan pengiriman barang terhambat, dan menjadikan bahan makanan yang tidak berpengawet menjadi rusak dan busuk.
            Setelah terjadi bencana banjir masalah tidak hanya sampai di situ saja, warga mengalami berbagai macam masalah pasca banjir. Ketika banjir terjadi banyak warga yang merasa kesulitan mendapatkan air bersih untuk di minum dan untuk memasak. Air banjir yang kotor menyebabkan warga terkena penyakit gatal-gatal dan diare. Warga yang mengungsi dari tempat tinggalnya, hanya dapat membawa beberapa pakaian saja yang dibawa, sehingga warga kekurangan sandang pangan. Bangunan yang terendam banjir  seperti rumah dan sekolahan menjadi rusak dan kotor, sehingga di butuhkan kerja keras bagi warga untuk membetukan kembali rumah mereka yang rusak.
            Dalam bencana banjir pemerintah tidak hanya diam saja, melainkan segera turun tangan untuk membantu para warganya yang di timpa musibah. Pemerintah setempat segera mengirimkan tim SAR untuk mengevakuasi warga yang terjebak di daerah pelosok. Posko kesehatan segera di dirikan guna mengatasi keluhan penyakit dari wargayang terkena banjir. Bukan hanya itu saja, tenda-tenda darurat juga segera di dirikan bagi para warga yang ruahnya rusak atau tenggelam di landa banjir. Bantuan juga langsung dikirimkan lewat helicopter ketika menempuh medan yang sulit. Bantuan berupa kebutuhan pokok, selimut, dan mainan bagi anak-anak.
            Medan yang ditempuh dalam memberikan bantuan ternyata menjadi hambatan bagi tim SAR. Bukan hanya itu saja warga yang di evakuasi juga menolak untuk di bawa ke posko dengan alasan takut harta benda mereka di curi. Peralatan yang di gunakan tim SAR juga kurang, untuk mengevakuasi sejumlah warga sehingga di butuhknya tim gabungan. Dalam setiap bencana pasti  ada tim relawan yang bersedia membantu tim SAR dalam menyelesaikan tugas. Tetapi tim sukarelawan ini masih kurang, sehingga tugas megevakuasi warga dan yang menyediakan makanan di pos atau tenda-tenda darurat kurang tercukupi.
            Dalam mengatasi musibah banjir yang terjadi, pemerintah mengupayakan berbagai proyek untuk menanggulanginya. Berbagai upaya itu seperti, membuat gorong-gorong saluran air di sejumlah tempat yang sering terjadi banjir. Kanal banjir juga di buat  untuk menanggulangi banjir yang selalu melanda daerah dengan padat penduduk. Pemerintah juga mengadakan penyuluhan kepada warga tentang bagaimana untuk menanggulangi dan mencegah banjir, serta menumbuhkan rasa peduli terhadap lingkungan sekitar.
            Sebagai generasi muda setidaknya kita berupaya agar lingkungan alam sekitar tidak rusak ataupun tercemar, untuk itu lah biasanya anggota pecinta lingkungan termasuk kita penerus bangsa dapat mencegah terjadinya musibah banjir. Dengan cara membiasakan menanam pohon, terutama di daerah yang kurang penyerapan air, karena kurangnya daerah resapan air  mengakibatkan banjir yang tiba-tiba. Ikut andil dalam melakukan demonstrasi positif tentang cara menjaga ligkungan, dan ikut menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan sekitar. Disini juga di harapkan agar masyarakat peduli terhadap lingkungan sekitar.
            Karena seringnya terjadi musibah banjir di wilayah Indonesia banyak tokoh masyarakat dan masyarakat sekitar menyatakan pendapat dan berargumen tentang adanya musibah banjir ini. Seperti yang di katakan oleh Kepala Dinas Peternakan, Pertanian dan Perikanan Widagdo, “kerugian petani tambak di empat kelurahan akibat banjir tersebut  mencapai Rp300 juta. Pasalnya, dari 100 hektare areal tambak yang terendam banjir tersebut, sebagian telah di panen, dan sebagian lainnya belum selesai di panen”. Dendi warga sekitar juga menyatakan bahwa “Kendaraan jenis apapun tidak bisa melintas di jalan ini” ungkapnya ketika banjir melanda desanya.” Biasanya kondisi seperti ini petani akan rugi banyak”          menurut  Petani sekitar desa. Kepala Desa, Ngadiyanto juga mengatakan” pihaknya terus berupaya mengevakuasi warga”.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s