Cuci darah pada penderita ginjal dan solusi alternatifnya

Posted on

Penimbunan bahan-bahan beracun dan bahan-bahan lainnya yang tidak berguna akibat metabolisme atau pembakaran zat makanan dalam tubuh, akibat ginjal yang menurun vitalitasnya, pada akhirnya menyebabkan suatu gangguan bagi kesehatan yang disebabkan oleh gagal ginjal.
PROSES pencucian darah ini yang kita sebut sebagai proses hemodialisa, sebenarnya suatu proses yang sederhana, tetapi cukup mengerikan. Darah dari tubuh penderita diisap keluar melalui suatu saluran, lalu dimasukkan ke dalam mesin pcncuci darah. Di dalam mesin ini, cairan darah dibersihkan dan dicuci dari bahan-bahan beracun yang tidak dikehendaki, dengan suatu proses dialisa.

Setelah bersih maka darah melalui saluran yang lain akan dikembalikan ke dalam tubuh penderita. Jika pada tahap pertama seorang penderita yang harus dicuci darahnya, akan mengalami ketakutan, nantinya ketakutan itu akan hilang dengan sendirinya. Dia sudah terbiasa karena melakukannya berulang – ulang, karena ini satu – satunya cara membersihkan darahnya dari racun-racun yang tidak dikehendaki oleh tubuh.

 Jalan Alternatifnya adalah Terapi cuci darah atau yang sering kita sebut Continuous Ambulatory Peritoneal Dialisis/CAPD atau Dialisis tanpa mesin yang dapat di lakukan secara mandiri oleh penderita gagal ginjal. Metode ini merupakan metide alternatif dengan menggunakan membran semipermiabel yang berfungsi sebagai ginjal buatan, sehinnga mampu menyerap cairan pembersih ke dalam rongga ginjal. Dalam waktu 4 sampai 6 jam dengan frekuensi 4 kali  sehari, terjadi proses difusi serta ultrafiltrasi dalam ginjal, sehingga zat racun yang ada di dalamnya terserap ke luar dan di ganti cairan baru.
Karena masih tergolong teknologi baru, biaya CAPD masih tergolong mahal. Umumnya biaya yang di keluarkan peserta CAPD saat ini masih sebesar Rp 4,2 – Rp 5 juta setiap bulannya. Namun biaya sebesar itu menjadi tak berarti, jika melihat kondisi tubuh penderita yang bugar dan produktif seperti sebelum terkena gagal ginjal.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s